Get me outta here!

Berikut 5 Langkah Rawat Luka Diabetes yang Salah dan Harus Dihindari

Rawat Luka Diabetes

Luka kaki pada penderita diabetes melitus memang sangat rentan terjadi, apalagi jika seandainya jenis diabetes tersebut atau diabetes atau penyakit kencing manis basah, sehingga membuat penderitanya rentan sekali untuk mengalami luka pada bagian kaki mereka dan berpotensi untuk dilakukan tindakan amputasi, jika seandainya kondisi tersebut tidak berangsur membaik, bahkan mungkin menyebabkan infeksi yang menyebar ke beberapa bagian lainnya. guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya dokter akan melakukan amputasi. Itulah mengapa penting sekali untuk rawat luka diabetes dengan benar, jika tidak ada waktu untuk ke rumah sakit untuk melakukan perawatan luka saat ini anda juga dapat panggil perawat ke rumah untuk melakukannya.

Luka di telapak kaki pada penderita diabetes ini biasanya diawali karena hal-hal yang sepele, seperti kesalahan ketika memotong kuku, kemudian juga disebabkan oleh gesekan yang terlalu sering dengan alas kaki yang tidak nyaman, sehingga lama kelamaan akan menyebabkan terjadinya luka dan luka ini jika dibiarkan kondisinya akan semakin parah, bahkan memicu infeksi dengan bakteri, hingga harus menjalani tindakan operasi.

Ternyata untuk rawat luka diabetes melitus ini juga merupakan hal yang gampang-gampang sulit untuk dilakukan. Bahkan terkadang ada banyak sekali kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh pasien di dalam merawat luka penderita diabetes melitus tersebut, diantaranya adalah:

  1. Tidak membersihkan luka tersebut secara teratur, dengan alasan untuk menjaga luka agar tetap kering biasanya beberapa orang justru melupakan untuk membersihkan luka tersebut. Padahal bagaimanapun kondisinya luka tetap harus dibersihkan, sehingga nantinya dapat terhindar dari resiko infeksi oleh kuman. Setelah dibersihkan baru nantinya dapat dikeringkan dan juga dioleskan salep untuk mempercepat terjadinya penyembuhan, sebelum dibalut kembali dengan menggunakan pambalut luka tersebut. Dengan tidak membersihkan luka hanya akan memperbesar peluang terjadinya infeksi dengan bakteri atau kuman.
  2. Mengenakan pakaian yang terlalu ketat, kesalahan lainnya yang kerap kali tidak disadari sering dilakukan oleh penderita diabetes apalagi yang memiliki luka ini adalah pemilihan pakaian yang kurang tepat. Seperti diantaranya adalah jenis pakaian yang terlalu ketat, tak hanya pakaian melainkan juga kaos kaki yang bahannya kurang nyaman, sehingga luka tersebut semakin sulit untuk disembuhkan, bahkan dapat menyebabkan infeksi.
  3. Tidak mengubah gaya hidup, tetap mengonsumsi makanan yang tidak sehat, khususnya adalah makanan yang tinggi kadar gula darahnya, sehingga bukannya mengontrol gula darah, justru membuat kadar gula darah meningkat, hal tersebut secara otomatis akan menjadi penyebab luka yang memburuk, karena semakin lama untuk sembuh, mengingat aliran darah terganggu oleh kadar glukosa yang cukup tinggi tersebut. Konsumsilah menu makanan seimbang yang memang dianjurkan oleh dokter bagi penderita diabetes, sehingga tidak memperburuk luka tersebut.
  4. Memakai alas kaki yang salah, alas kaki yang ukurannya terlalu sempit dan juga kurang nyaman, sudah pasti hal tersebut akan menjadi pemicu kondisi luka semakin parah bukan, bahkan juga infeksi.
  5. Tidak rutin memeriksakan kondisi luka tersebut ke dokter, ketika penderita diabetes memiliki luka sebenarnya sangatlah penting untuk dilakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter, dengan tujuan untuk mengecek apakah semakin membaik ataukah justru terjadi infeksi yang memperburuk kondisinya. Jika tidak di periksakan tentunya Anda juga tidak akan tau bentuk penanganan yang lebih efektif untuk mengatasinya, begitu juga jika seandainya terjadi infeksi mungkin akan semakin sulit disembuhkan.
Jadi hindari beberapa hal di atas dalam rawat luka diabetes agar tidak semakin parah.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar