Get me outta here!

Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Psikosis dan Cara Penanganannya

Ciri-Ciri Gangguan Kesehatan Psikosis dan Cara Penanganannya

Bicara mengenai kesehatan mental, tentunya Anda pernah mendengar gangguan Psikosis dimana penderitanya tidak dapat membedakan antara kenyataan dan imajinasi yang dibuatnya semata. Tidak hanya delusi dengan melihat, penderitanya juga bisa mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada. Lalu, bagaimana ciri dan penanganan dari gangguan kesehatan ini? Yuk, kita simak ulasannya.

Ciri Seseorang Menderita Psikosis

Penderita Psikosis adalah seseorang yang menderita gangguan halusinasi, waham, dan delusi dimana mereka mempercayai hal-hal tersebut sebagai kenyataan hidup mereka. Contoh sederhananya, ada seseorang yang menganggap bahwa dirinya adalah seorang agen rahasia negara yang menyamar menjadi penjual kerupuk. Padahal kenyataannya, ia tidak pernah bergabung dalam instansi negara dan ia memang seorang pedagang semata.

Nah, penderita gangguan kesehatan mental ini dalam kesehariannya akan mengalami penglihatan dan pendengaran yang mana sebenarnya bukan hal nyata. Rupanya, penyebab mengapa ia bisa mengalami ini adalah mungkin karena gaya hidup tidak sehat yang mengkonsumsi ganja, hidup sebagai alcoholic, hingga rasa trauma yang pernah terjadi di dalam hidupnya.

Selain itu, gangguan kesehatan pada otak juga bisa menjadi penyebab munculnya Psikosis. Sebut saja Tumor Otak, Stroke, Alzheimer, HIV dan Sifilis, hingga Penyakit Parkinson, Penyakit Huntington, serta Epilepsi. Lalu, berbahayakah penyakit ini?

Pada kasus-kasus berat, kondisi ini dapat membuat penderita tersebut menyakiti diri sendiri dan juga orang lain. Selain itu, menderita gangguan Psikosis dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan bipolar, depresi berat, dan juga bisa membuat penderitanya mengalami Skizofrenia.

Tanda-tanda kemunculan gejala ini pada setiap individu sangat berbeda-beda. Hal ini tergantung dari keparahan halusinasi, penyebab gangguan mental, usia penderita, hingga kondisi-kondisi lainnya. Namun, ciri umum yang sering muncul adalah sebagai berikut :

1. Delusi

Mereka yang menderita Psikosis akan mengalami delusi. Kondisi ini sering disebut juga Waham, yakni keyakinan yang kuat akan suatu hal dan sulit untuk dipatahkan meski itu sebenarnya tidak nyata. Contohnya, percaya dirinya menderita penyakit mematikan padahal sudah ada bukti keterangan sehat dokter.

2. Halusinasi

Kedua, cirinya adalah munculnya halusinasi yang ditandai dengan adanya suara, visualisasi, dan juga bau-bauan dimana sebenarnya hal itu tidak dialami oleh orang lain. Misalnya, penderita merasa ada orang yang berbisik di telinganya padahal tidak ada siapapun di sisinya.

3. Gangguan Fisik

Tidak hanya dua hal di atas saja, tanda datangnya Psikosis adalah penderitanya yang merasa sulit berkonsentrasi, sulit tidur, dan selalu merasa curiga. Selain itu, ia juga merasa gelisah, tidak dapat berinteraksi dengan orang lain, dan suka bicara melantur.

Cara Penanganan Gangguan Kesehatan Psikosis

Untuk mendiagnosis apakah seseorang menderita Psikosis atau tidak, maka dokter akan melakukan observasi yang cukup lama. Selain itu, dokter juga akan turut memeriksa CT Scan pasien untuk memastikan bahwa halusinasi tidak muncul akibat adanya penyakit pada organ, misalnya Tumor Otak.

Selanjutnya, dokter akan melakukan penanganan Psikoterapi. Meski belum diketahui seperti apa metode yang tepat dalam menangani gangguan ini, namun Psikosis harus segera diatasi karena bisa tambah buruk dari hari ke harinya. Oleh karena itu, terapi hingga obat-obatan diresepkan Psikiater kepada penderitanya.

Ketika Anda atau orang terdekat Anda merasa gangguan seperti yang disebutkan sebagai ciri-ciri Psikosis, maka langkah awal penanganannya adalah membuka aplikasi Halodoc. Aplikasi keren dimana para dokter kompeten di Indonesia berkumpul ini bisa menampung masalah Anda. Cukup login, buka fitur chat, dan sampaikan keluhan Anda. Selanjutnya, dokter akan menyarankan penanganan khusus untuk Anda.

Demikian ulasan mengenai gangguan kesehatan mental Psikosis. Semoga bermanfaat.