Get me outta here!

Yuk Kenali Lebih Dalam Sejarah Singkat Taman Sari Jogja Sebelum Kesana


Taman Sari, salah satu objek wisata di Jogja (Yogyakarta), yang bisa dikatakan kurang memikat banyak orang ini sebenarnya menyimpan banyak sekali kisah dan sejarah yang unik. Jika Anda masih melihat Taman Sari sebagai tempat wisata yang membosankan, bisa jadi karena Anda belum memahami keunikan dan sejarah dari Taman Sari itu sendiri. Maka dari itu, simak sejarah singkat Taman Sari berikut ini sebelum Anda datang kesana.

1. Sejarah Berdirinya

Menurut tahun yang tertera dalam candra sengkala “Catur Naga Rasa Tunggal”, sebuah pertanda istana yang baru berdiri, Taman Sari telah berdiri sejak tahun 1785 M. Bangunan ini didirikan dengan tujuan awal sebagai pesanggrahan atau tempat istirahat raja. Itulah kenapa Sri Sultan Hamengkubuwono I sebagai pemimpin langsung projek pembangunan ini meminta kerjasama Bupati Madiun dan Bupati Kyai Tumenggung kala itu.

Kompleks Taman Sari sendiri memiliki total luas mencapai 10 hektar. Seluruh bangunan yang ada di dalamnya mencapai 57 bangunan, yang tidak hanya gedung, namun juga berupa kolam pemandian, kanal air, danau buatan, masjid, hingga lorong bawah tanah. Semua bangunan ini bisa dikatakan memiliki sejarah panjang karena pada awalnya, kompleks Taman Sari ini dahulu berupa umbul (mata air) bernama Umbul Pacethokan. Itulah kenapa Taman Sari memiliki 2 segaran (danau buatan) yang bernama Pulo Gedhong (timur) dan Pulo Kenanga (barat).

Kompleks bangunan cantik karya arsitektur Portugis ini sebenarnya telah mengalami beberapa kerusakan selama masa berdirinya akibat gempa bumi. Pertama, gempa bumi besar pada tahun 1867 yang membuat Taman Sari mengalami kerusakan parah hingga sempat terbengkalai. Bahkan saat itu banyak penduduk yang mendirikan hunian di kebun Taman Sari. Sehingga baru pada tahun 1977, Taman Sari mulai direnovasi kembali meskipun tidak sepenuhnya sama dengan sebelumnya.

Kedua, Taman Sari mengalami kerusakan akibat gempa bumi lagi pada tahun 2006. Dengan kerusakan yang hampir sama parahnya, Pemerintah Yogyakarta kembali melakukan renovasi dan revitalisasi. Tidak hanya memperbaiki, bangunan Taman Sari juga diperkuat dan dilapis ulang sehingga menjadi Taman Sari yang saat ini dapat dikunjungi bebas oleh wisatawan.
 
Sumber

2. Filosofi dan Nilai Taman Sari

Nilai yang dapat kita pelajari dari berdirinya Taman Sari dapat dikategorikan menjadi 2 poin utama selain sebagai tempat rekreasi, yaitu sebagai tempat pertahanan kerajaan dan tempat yang memiliki nilai religius. Taman Sari dapat dilihat sebagai tempat pertahanan atau perlindungan karena adanya tembok tinggi dan tebal yang mengelilingi kompleks Taman Sari. Bahkan kompleks Taman Sari juga memiliki ruang khusus persenjataan (tulak bala) dan tempat pengamatan musuh (Pulo Kenanga).

Sedangkan apabila dilihat sebagai bangunan dengan nilai religius, Taman Sari memiliki bangunan masjid yang bernama Sumur Gumuling. Tepatnya berada di tengah salah satu segaran atau danau buatan yang sudah dijelaskan di atas. Pada bangunan yang ada di tengah danau buatan satunya lagi, terdapat ruangan yang lebih kecil bernama Pulo Panembung. Bangunan ini dahulu sering dijadikan tempat bermeditasi oleh Sri Sultan. Kedua nilai atau filosofi di atas akan lebih terasa jika Anda benar-benar mengunjungi Taman Sari dan melihat sendiri bagaimana bentuk dan fungsi banyak bangunan di sana.

Setelah melihat sejarah dan nilai yang terkandung dalam kompleks Taman Sari, tentu Anda menjadi lebih berminat mengunjunginya, bukan? Mengetahui kisah yang ada dibalik bangunan bersejarah bisa menjadi oleh-oleh yang berharga bagi hati dan pikiran Anda selain foto-foto yang Anda dapatkan di sana. Gali informasi lebih dalam tentang Yogyakarta dengan mengunjungi Wonderful Indonesia.
 
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar