Get me outta here!

Bagaimana Cara Terbaik Menangani Skoliosis pada Anak?

Bagaimana Cara Terbaik Menangani Skoliosis pada Anak?

Penanganan skoliosis pada anak bisa lebih maksimal saat diketahui sejak dini. Anda dapat membantu perawatan dan proses penyembuhan skoliosis pada anak dengan mengetahui gejala-gejala yang terjadi. Misalnya saja gejala skoliosis secara umum misalnya seperti tinggi pinggang tidak rata.  Selain itu, gejala lain yang dapat Anda kenali yaitu tubuh anak memiliki kecenderungan condong ke satu sisi saja, salah satu bahu lebih tinggi daripada bahu satunya, dan salah satu tulang belikat terlihat lebih menonjol. Setelah mengetahui gejala skoliosis, langkah selanjutnya adalah mengetahui cara penanganannya.

Cara Menangani Skoliosis pada Anak yang Perlu Diketahui

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk memberikan perawatan skoliosis secara tepat kepada anak, seperti melakukan tes skrining standar, dengan pemeriksaan fisik dan sinar X, yang bertujuan untuk mengetahui deformitas tulang belakangnya.

Pemeriksaan dengan sinar X membantu melihat keparahan lengkung kurva dan lokasi tepat kurvanya. Sehingga dengan begitu akan diketahui tingkat lengkungan kurva tulang belakang serta pengobatan yang tepat. Adapun langkah perawatannya lengkapnya seperti di bawah ini:

1. Pemeriksaan Fisik Anak

Tenaga medis akan melakukan tes skrining standar untuk anak dengan gangguan tulang belakang atau skoliosis. Anak akan diarahkan untuk melakukan tes dengan membungkuk ke depan dan kaki rapat, lengan tergantung bebas serta lutut lurus. Kemudian dokter akan mengamati dari belakang, mencari apakah terdapat perbedaan bentuk tulang belakang. Hal itu karena deformitas tulang belakang paling terlihat pada posisi seperti ini. Selain itu, Anak juga akan diminta untuk berdiri tegak, tujuannya untuk melihat posisi kepala di tengah pinggul atau tidak, serta apakah bahu dan pinggul sejajar. Dilanjutkan dengan pemeriksaan pergerakan pada tulang belakang ke semua arah.

Tenaga medis pun akan melakukan pemeriksaan lain untuk melihat apakah terdapat saraf abnormal dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan penyebab lain dari kelainan bentuk yang ada di tulang belakang.

2. Observasi

Tenaga medis biasanya akan melakukan observasi terlebih dahulu kepada anak, apabila kondisi kurva tulang belakangnya tidak begitu buruk. Hal itu dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa keadaan kurva tidak semakin bertambah buruk. 

Namun jika kurva mencapai 25º - 45º, akan disarankan memakai brace. Brace ternyata mampu menurunkan insiden lengkungan kurva terhadap pasien skoliosis berisiko tinggi memburuk yang membutuhkan pembedahan.

3. Perawatan Bedah Menggunakan Bedah Fusi Tulang Belakang

Apabila kurva lebih besar dari 45º hingga 50º atau brace tidak membantu mengatasi masalah, maka pembedahan fusi tulang belakang perlu dilakukan. Hal tersebut karena kurva yang sangat parah akan mempengaruhi fungsi dari paru-paru.

Pembedahan ini pun mampu meluruskan kurva serta menyatukan tulang belakang, sehingga tulang belakang tersebut akan sembuh dan menjadi tulang padat. Hal ini pun membuatnya menghentikan pertumbuhan kurva secara sepenuhnya pada bagian yang terkena skoliosis.

Proses ini dilaksanakan dengan cangkok tulang yang ditempatkan ke dalam ruang di antara tulang belakangnya. Kemudian tulang tersebut akan tumbuh bersama seiring berjalannya waktu dengan membentuk kurva yang kembali sejajar.

Penangan skoliosis yang sedang terjadi pada anak memang harus segera ditangani, karena jika tidak akan mengganggu pertumbuhan dan aktivitas merekaa. Semoga ulasan langkah-langkah penanganan scoliosis pad anak tadi dapat membantu Anda. 

1 komentar: